Selasa, 13 Agustus 2013

Penelitian Komparatif Ex Post Facto

Penelitian Komparatif Ex Post Facto

Written by Ari Julianto







I. Pengertian
 Penelitian penelitian kausal komparatif bersifat ex post facto menurut Suryabrata (2006) adalah data yang dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (terjadi). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai dependent variables) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lalu untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.

Sementara menurut Sukmadinata (2010), penelitian ex post facto adalah penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi. Adanya hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian teoretis, bahwa sesuatu variabel disebabkan atau dilatar-belakangi oleh variabel tertentu atau mengakibatkan variabel tertentu.

Penelitian ex post facto mirip dengan penelitian eksperimen, tetapi tidak ada pengontrolan variabel, dan biasanya juga tidak ada pre-test. Penelitian ini dapat dilakukan dengan baik melalui penggunaan kelompok pembanding.

2. Tujuan
Tujuan dari penelitian kausal-komparatif adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol.

3. Langkah-langkah
Menurut Suryabrata (2006) langkah-langkah penelitian ini dapat dilakukan antara lain
(1)Mendefinisikan masalah,
(2) Melakukan kajian kepustakaan,
(3) Merumuskan hipotesis-hipotesis,
4. Merumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis-hipotesis itu serta prosedur-prosedur yang akan digunakan

4. Rancangan pendekatan
(1) Memilih subjek-subjek yang akan digunakan serta sumber-sumber yang relevan,
(2) Memiilih atau menyusun teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data,
(3) Menentukan kategori-kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas, sesuai dengan tujuan studi, dan dapat menunjukkan kesamaan atau saling hubunga,
(4) Memvalidasi teknik untuk mengumpulkan data itu, dan menginterpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat
(5) Mengumpulkan dan analisis data
(6) Menyusun laporannya

5. Populasi atau sampel
(1) Populasi
Populasi menurut Arikunto (2010) adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus.

(2) Sampel
Menurut (Tuwu:2006) pengambilan sampel secara acak adalah suatu metode pemilihan ukuran sampel dari suatu populasi dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama dan semua kemungkinan penggabungannya yang diseleksi sebagai sampel mempunyai peluang yang sama. Penarikan sample menggunakan teknik Random Sampling yaitu dipilih secara acak. Dan yang terpilih dalam penelitian ini ialah siswa/I angkatan 2009.

6. Instrumen
Instrumen yang cocok digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan teknik dokumentasi.Menurut Arikunto (2010), dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode okumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.

Teknik studi documenter/bibliographis adalah cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan katagorisasi dan klasifikasi bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan masalah penelitian, baik dari sumber dokumen maupun buku-buku, Koran, majalah dan lain-lain.

Menurut (Sukmadinata, 2010), studi documenter (documentary study) merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah.

7. Hipotesis
Hipotesis menurut arti katanya adalah hypo berarti kurang/sementara, dan thesis yang berarti pendapat atau kesimpulan. Jadi yang dimaksud hipotesis adalah:
(1) Suatu kesimpulan atau pendapat yang masih kurang sempurna.
(2) Suatu pendapat yang belum final (proto conclution), karena

masih perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Bahwa menggunakan metode kausal komparatif ini dapat diketahui akibat dari perbedaan umur pada waktu masuk sekolah terhadap tingkah laku dan prestasi belajar siswa.”

8. Contoh permasalahan
     Mencari pola tingkah laku dan prestasi belajar yang berkaitan dengan perbedaan umur pada waktu masuk sekolah, dengan cara menggunakan data deskriptif mengenai tingkah laku dan skor test prestasi belajar yang terkumpul sampai anak-anak yang bersangkutan berada di kelas akhir jenjang SD.
    Penelitian untuk menentukan ciri-ciri guru yang efektif dengan mempergunakan data yang berupa catatan mengenai sejarah pekerjaan selengkap mungkin.

Reference
Suryabrata, sumandi. 2006. Metodologi Penelitian. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sukmadinata, Syaodih Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Tuwu, Alimuddin. 2006. Pengantar Metode Penelitian. UI-Press, Jakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. PT Rineka Cipta, Jakarta.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Topics to Avoid In Writing the Research Paper

Topics to Avoid In Writing the Research Paper

Written by
Anthony C. Winkler and Jo Ray McCuen-Metherell in Writing the Research Paper A Handbook. 2008. Wadsworth.


Some topics present unusual diffi culties; others are simply a waste of time. What follows is a summary of topics to avoid.
 



1. Topics that are too big
Check the OPAC or card catalog at your library. If you find that lots of books have been written about your topic, then it is probably too big. Reference sources that multiply like flies; a bibliography that grows like a weed; opinions, data, and information that come pouring in from hundreds of sources—all indicate a topic that is too big. The solution is to narrow the topic without making it trivial. Examples:

India in the Age of the Moguls could be narrowed to
Royal Monuments of India during the Age of the Moguls

2. Topics based on a single source
The research paper is intended to expose you to the opinions of different authorities,to a variety of books, articles, and other references. If a topic is so skimpy that all the data on it come from a single source, you’re defeating the purpose of the paper.Choose only topics that are broad enough to be researched from multiple sources. A paper on the life of a person is one example of a topic that can lead to relying too heavily on a single source.

If the person is famous enough, the danger is not a lack of information; rather, you may become so charmed by a  compelling biography of your subject that you overquote from it. Or, if your chosen person is a marginal figure whose fame barely fills the fifteen minute span in the spotlight said to be awaiting all of us, you might rely too heavily on a single biographical source. As a general rule, if you choose to write about a person, it is better to come up with an approach that naturally allows the use of a variety of sources.

For instance, if you were writing about James Monroe, you might narrow your focus to the Monroe Doctrine, a topic that would require research into multiple sources.

3. Topics that are too technical
Writing about things that are technical often requires technical jargon that your instructor might not understand and might even dismiss as a “snow job.” Also, the skills that a research paper should teach are better learned in a paper on a general topic. Naturally, whether your paper is too technical depends on the class for which it is written. Ask your instructor. A topic like Heisenberg’s Principle of Indeterminacy as It Applies to Subparticle Research is fine for a physics class but a dubious choice for an English class. Stick to topics that don’t demand special knowledge of a particular subject and that are broad enough to be understood by any educated reader.

4. Topics that are trivial
Your judgment must steer you away from trivial topics. The safest bet is also the most sensible one: Again, ask your instructor. Here are some topics that might strike some instructors as too trivial. For exampleFictional Detectives on Foreign Postage Stamps might strike some instructors, including us, as an insignifi cant topic.Sometimes a topic is trivial because it is obvious. For instance, everyone agrees that walking is good aerobic exercise, but the subject is so tame that unless you’re a really good writer, a whole paper on the subject will likely fall flat.Likewise a paper on growing carrots in your backyard as a hedge against the possibility of a worldwide carrot shortage is not likely to inspire you to do your best writing.

5. Topics that are overused
Opinions on topics that have been the subject of heated public debate tend to harden into familiar postures, making them difficult to write about in a temperate tone. Numbered among those topics are abortion, teenage marriage, the legalization of drugs, euthanasia, capital punishment, substance abuse, global warming, and cruelty to animals. We do not mean to say that these topics are unimportant; indeed their overuse is partly a measure of their importance in the public consciousness.But writers who tackle overused topics often parrot well-known prejudices as if they were unique.

If you cannot help yourself and must write about an overused topic, at least try to approach it from a new angle. For instance, if you intend to write about abortion, comparing the effects of the RU-486 pill with that of surgical abortions would be different enough to save you from a whirlpool of clichés. Or if you feel compelled to write your paper on euthanasia, you might avoid the emotional hot spots by dispassionately analyzing the laws of your state that govern medically assisted suicide.

6. Topics that are contemporary
Students often are tempted to choose a contemporary topic, one that is being hotly debated at the moment. The topic may be loaded with scandal, making it fascinating to the press and the general public. But contemporary topics are best avoided fortwo reasons: First, it often is diffi cult to fi nd unbiased sources; second, the information that is available usually comes from newspapers and magazines whose speculative reporting can make your documentation seem flimsy. Intellectually solid
papers should refl ect opinions taken from a variety of sources—books, periodicals, reference volumes, specialized indexes, and various electronic sources—which requires a topic that has weathered both time and scholarly commentary.

If you find yourself drawn to a too-contemporary topic, our advice is that you try to locate an equivalent in the past and write about that instead. So, for example, instead of writing about a revolutionary war that broke out yesterday in some Baltic state, in the Middle East, or in Africa, you might turn your attention to a well-documented equivalent, say the Castro revolution in Cuba, or the revolution for independence under Bernardo O’Higgins in Chile.


I hope this article in today's posting will be useful for all ofus. Amien.

Rabu, 31 Juli 2013

Bimbingan dan Dosen Pembimbing Skripsi

Bimbingan dan Dosen Pembimbing Skripsi

Written by Ari Julianto






Sebagai bagian dari proses penulisan skripsi, peran dosen sebagai pembimbing skripsi menjadi sangat penting karena merupakan tanggung jawab dosen untuk memastikan bahwa mahasiswa mampu menyusun skripsi dengan baik hingga skripsi siap diujikan dan berkualitas.

Hingga kini belum ada patokan yang resmi berapa kali idealnya seorang mahasiswa menjalani bimbingan skripsi dengan para dosen pembimbingnya. Sejumlah keluhan dari para mahasiswa kerap muncul selama proses bimbingan skripsi.

Selama pengamatan saya dalam menangani skripsi, kendala-kendala tersebut bisa terjadi disebabkan:
1.Skripsi mahasiswa yang bersangkutan terdapat kesalahan yang fatal misalnya salah dalam menganalisa data atau kesalahan prosedur lainnya,
2. Mahasiswa yang bersangkutan terlalu mengulur-ulur waktu untuk menyelesaikan penelitiannya sehingga tiba waktu deadline banyak terdapat kesalahan,
3. Hubungan antara dosen pembimbing I dan Dosen Pembimbing II kurang harmonis,
4. Terdapat konflik antara salah seorang dosen pembimbing dengan si mahasiswa bersangkutan selama masa perkuliahan dulu,
5. Dan sejumlah kendala-kendala lainnya yang pernah saya bahas dengan tema kendala mahasiswa dalam menyusun skripsi.
 
I. Fungsi Pokok Bimbingan Skripsi

Menurut Winkel (1991 : 120) fungsi pokok dari bimbingan skripsi antara lain:
1. Fungsi penyaluran
Membantu mahasiswa mendapatkan program studi yang sesuai baginya dalam rangka kurikulum pengajaran yang disediakan Perguruan Tinggi, menetukan program studi lanjutan yang sesuai baginya setelah menyelesaikan studi, dan merencanakan bidang pekerjaan yang cocok baginya di masa yang akan datang.
2. Fungsi penyesuaian
Membantu mahasiswa menemukan cara menempatkan diri secara repat dalam berbagai keadaan dan situasi yang dihadapi.
3. Fungsi pengadaptasian
Fungsi bimbingan sebagai nara sumber bagi tenaga-tenaga kependidikan yang lain di perguruan tinggi dalam hal mengarahkan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa.
4. Fungsi pengajaran
Membantu mahasiswa dalam bidang pendidikan.

II. Tujuan Bimbingan Skripsi
Menurut Angker (2002), bimbingan di perguruan tinggi mempunyai tujuan antara lain:
1. Mengembangkan pengertian dan pemahaman diri mahasiswa selama proses kemajuannya di Perguruan Tinggi,
2. Mempertemukan pengetahuan tentang diri mahasiswa dengan informasi tentang kesempatan kerja yang ada secara tepat dan bertanggung jawab yang diwujudkan dalam membuat pilihan-pilihan,
3. Mewujudkan penghargaan terhadap pribadi orang lain,
4. Mengatasi kesulitan dalam memahami diri mahasiswa,
5. Memahami lingkungan Perguruan Tinggi , keluarga dan masyarakat,
6. Mengidentifikasikan dan memecahkan masalah yang dihadapi mahasiswa,
7. Menyalurkan diri mahasiswa baik dalam bidang pendidikan maupun dalam bidang kehidupan lainnya.

III. Harapan Pembimbingan
Menurut Darmono dan Hasan (2005), secara umum harapan pembimbing antara lain:
1. Pembimbing mengharapkan adanya kesungguhan dari mahasiswa dalam menyelesaikan penulisan
skripsi serta mau bekerja keras untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan tersebut,
2. Pembimbing mengharapkan mahasiswa bersifat kritis dalam menelaah kajian skripsi yang dikerjakannya,
3. Pembimbing mengharapkan mahasiswa untuk menghargai waktu, khususnya target waktu yang telah ditentukan antara pembimbing dan mahasiswa,
4. Pembimbing mengharapkan mahasiswa jujur dan terbuka dalam mengemukakan gagasan yang tertuang dalam skripsinya,
5. Pembimbing mengharapkan mahasiswa agar menghasilkan karya tulis yang bagus dan bukan karya tulis yang ala kadarnya.

IV. Proses Pembimbingan

Menurut Adhimihardja (2012), langkah-langkah berikut ini mungkin baik untuk ditempuh dalam proses pembimbingan skripsi.
1. Diskusikan dengan mahasiswa calon bimbingan tentang masalah yang menjadi objek perhatian mahasiswa,
2. Pilih sejumlah alternatif masalah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di jurusan/perguruan tinggi,
3. Diskusikan judul yang tepat untuk sejumlah masalah penelitian yang terpilih,
4. Pada saat mahasiswa telah mencapai ketentuan jumlah sks yang memenuhi syarat melakukan penelitian, mahasiswa mengajukan judul-judul penelitian itu ke jurusan serta menyampaikan informasi bahwa judul-judul itu telah disusun bersama dosen tertentu,
5. Setelah para pembimbing ditetapkan, proses pembimbingan dimulai dan mengikuti langkah-langkah utama yang sesuai dengan peraturan akademik antara lain yang menyangkut penulisan usul penelitian, pembuatan bahan seminar usul penelitian dan hasil penelitian,serta penyusunan skripsi,
6. Langkah-langkah kecil dapat didiskusikan dengan dosen pembimbing lainnya dan mahasiswa bimbingan misalnya tentang
a. Waktu bimbingan;
b. Tempat bimbingan;
c. Cara bimbingan apakah  secara keseluruhan atau bab per bab (tampaknya lebih efektif dan efisien kalau dilakukan bab per bab). Diskusi di rumah dosen mempunyai kelebihan daripada di kantor karena hubungan kolegial dapat lebih tercipta dan mahasiswa dapat diajak berdiskusi tentang hal-hal lain yang memungkinkan untuk memperluas wawasan mereka misalnya yang menyangkut filosofi,
7. Kalau dosen senior bekerja sama dengan dosen junior dalam pembimbingan, dosen senior berkewajiban untuk membimbing dosen junior,
8. Berbagai ketidaksamaan pendapat dengan antar dosen pembimbing sedapat-dapatnya jangan melibatkan mahasiswa,
9. Survei penelitian harus dilakukan dalam rangka membimbing ke arah pelaksanaan prosedur yang benar.
10. Periksalah secara akurat dan tuntas meliputi hal-hal berikut dan kalau ada yang kurang tetap beritahukan dengan jelas bagaimana memperbaikinya,
a. Benang merah antara masalah, tujuan, hipotesis, rancangan perlakuan atau variabel yang dipilih, analisis data, dan kesimpulan,
b. Substansi keilmuan,
c. Kebahasan termasuk terjemahan,
d. Format-format penulisan,
e. Perhitungan,
f. Kemungkinan adanya pengaruh faktor luaran.

V. Faktor Penentu Keberhasilan Bimbingan Skripsi
Menurut Siswohardjono (1990 : 425) faktor – faktor yang menentukan keberhasilan bimbingan skripsi antara lain:
1. Pembimbing
Hal ini meliputi kepribadian pembimbing, kesehatan jasmani pembimbing, penguasaan materi terhadap masalah yang diteliti, latar belakang studi dan pengalaman pembimbing, serta kemampuan pembimbing untuk membangun komunikasi.
2. Mahasiswa
Hal ini meliputi IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosi) kesehatan, motivasi, keuletan dan minat.
3. Kerjasama
Kerjasama antara pembimbing dan mahasiswa Kerjasama antara pembimbing dan mahasiswa sangat penting bagi keberhasilan bimbingan skripsi. Oleh karena itu kemampuan pembimbing untuk menciptakan komunikasi yang baik merupakan ketrampilan yang perlu dimiliki pembimbing. Dengan kata lain, pembimbing harus dapat bertindak sebagai komunikator yang baik.
4. Masalah yang dibahas
Hal ini meliputi ruang lingkup permasalahan dan tersedianya referensi yang dibutuhkan.

VI. Tugas Dosen Pembimbing

Tugas Dosen pembimbing skripsi secara umum antara lain :
a. Membantu mahasiswa merumuskan permasalahan atau topik skripsi atau tugas akhir,
b. Membuat rencana bimbingan bersama mahasiswa,
c. Mengarahkan mahasiswa dalam hal metodologi penelitian dan metode penulisan ilmiah,
d. Menunjukkan acuan materi keilmuan yang relevan dengan topik skripsi atau tugas akhir,
e. Memberikan persetujuan untuk seminar proposal,
f. Memimpin seminar proposal,
g. Memberikan persetujuan akhir untuk sidang skripsi atau tugas akhir,
h. Memberikan penilaian akhir bagi skripsi atau tugas akhir yang diujikan,
i. Hadir dalam sidang skripsi atau tugas akhir,
j. Memberikan arahan dalam penyelesaian revisi skripsi atau tugas akhir,

VII. Yang Perlu Diperhatikan Dosen Pembimbing

Untuk menjamin proses pembimbingan skripsi dapat berjalan sesuai dengan mestinya, maka terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan oleh dosen pembimbing, yaitu:

1. Menyadari bahwa mahasiswa yang dibimbingnya adalah mahasiswa program sarjana yang kedalaman kajian skripsinya sebatas kajian untuk program sarjana yakni untuk menjadi pemikir bukan peneliti. Selain itu, kalau penelitian mahasiswa merupakan bagian dari penelitian-dosen, dosen harus menyadari bahwa kajian dalam karya dosen harus lebih tinggi daripada karya tulis mahasiswanya (lebih-lebih bagi dosen yang telah menyelesaikan pascasarjana),

2. Menyadari bahwa membimbing bukan menguji. Pada karya mahasiswa tertera nama pembimbing yang berarti tulisan itu merupakan karya dosen pembimbing itu juga. Karena itu, dosen berhak menjadi co-author jika skripsi itu dipublikasikan,

3. Melatih diri dalam etika sebagai ilmuan (jujur, rendah hati, siap menerima kritik bahkan mampu mengeritik diri-sendiri, objektif, dan tidak outward-looking).

4. Bersikap tut wuri handayani. Mahasiswa yang mempunyai gagasan penelitian hendaknya didorong dan dibantu untuk mewujudkan apa yang diinginkannya itu. Mungkin jumlah mahasiswa yang mampunyai
gagasan sangat sedikit, namun yang sedikit ini harus sama pentingnya dengan yang banyak,

5. Memperdalam keilmuannya dan memperluas wawasan,

6. Memperdalam penguasaan sarana berfikir ilmiah terutama bahasa, logika, dan statistika,

7. Memperdalam teknik-teknik pembuatan media,

8. Menguasai format-format yang berlaku baik dalam masyarakat ilmiah yang relevan maupun format penulisan lokal,

Reference
Adhimihardja, Mintarsih. 2005. Bimbingan Belajar dan Bimbingan Skripsi, Working Paper dalam Lokakarya Peningkatan Mutu Pembelajaran di Perguruan Tinggi Kerjasama Higher Education
Development Support, Universitas Lampung.

Siswohardjono, Aryatmi. 1990. Perspektif Bimbingan Konseling dan Penerapannya di Berbagai Institusi.Semarang. Satya Wacana.Darmono, dan Hasan, Ani M. 2005. Menyelesaikan Skripsi Dalam Satu Semester. Jakarta. Grasindo.

Angker, Feby. 2002. Evaluasi Kerjasama Pembimbing dan Mahasiswa Jurusan Manajemen Dalam Bimbingan Skripsi Angkatan 2000 – 2001 Universitas Kristen Petra”. (abdulhamid.files. wordpress.com/.../materi_ kuliah_3_19_feb_06.doc)

Winkel, W. S. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta. Grasindo

Dan berbagai sumber lainnya.

Demikianlah pembahasan kala ini dan semoga bermanfaat. Amien.

Minggu, 28 Juli 2013

Four Ebooks About Writing Thesis Guide


         Four Ebooks About Writing Thesis Guide
                                             Written by Ari Julianto


There are many ebooks of writing thesis guide available in google engine search. And as a beginner or student who will start in writing skripsi or thesis, any kind of reference is useful to support you in writing skripsi or thesis.

Today's posting I would like to share four ebooks about writing thesis guide. I would not say that these four ebooks are the best ones but these are very useful. At least these references might help you in preparing your skripsi or thesis.
 
1. Writing A Thesis In education by Academic Language and Literacy Development Faculty of Education. 2012. Monash University.
Actually this is a booklet to help the students of Monash University but this will help you in writing a thesis in education. This is used only for teacher training and education students but can be used as well for other departments.In this booklet, we can find the description of Thesis Writing, Components of a Thesis and Issues in Writing.

If you are interested, you can download it HERE. 
If you find the link error, you may contact me personally via email: mr.ari69@gmail.com
(Jika link ini tidak berlaku, silakan hubungi saya via email: mr.ari69@gmail.com)


2. How to Write a Thesis by Rowena Murray. 2006.
This is a good book that can be used for general departments. There are 10 chapters that discuss about
- Thinking about writing a thesis
- Starting to write
- Seeking structure
- The first milestone
- Becoming a serial writer
- Creating closure
- Fear and loathing: revising
- It is never too late to start
- The last 385 yards and
- After the thesis examination: more writing?

 
If you are interested, you can download it HERE. 
If you find the link error, you may contact me personally via email: mr.ari69@gmail.com
(Jika link ini tidak berlaku, silakan hubungi saya via email: mr.ari69@gmail.com)


3. Thesis and Dissertation Writing in a Second Language A handbook for supervisors by Brian Paltridge and Sue Starfield.2007. 
This handbook is intended to not only for thesis but also dissertation that is specialized in a second language. In this handbook, we can find the issues about
- Working with second-language speakers of English
- Thesis writing in English as a second language
- Writing a research proposal
- The overall shape of theses and dissertations
- Writing the background chapters
- Writing the Methodology chapter
- Writing the Results chapter
- Writing Discussions and Conclusions
- Writing the Abstract and Acknowledgements and
- Resources for thesis and dissertation writing

If you are interested, you can download it HERE. 
If you find the link error, you may contact me personally via email: mr.ari69@gmail.com
(Jika link ini tidak berlaku, silakan hubungi saya via email: mr.ari69@gmail.com)


4. How to Write a BA Thesis a practical guide from your first ideas to your finished paper by Charles Lipson. 2005. The University of Chicago Press
 This is a practical guidebook, designed to help you through every stage of your thesis project, beginning with your earliest ideas about writing one. It helps you turn those tentative ideas into a workable project, then a draft paper, and ultimately a polished final version.In this guidebook, you can find framing your topic, conducting your research, writing and working your best, scheduling and completing your thesis, dealing with special requirements, citing your sources and getting more
advice.




If you are interested, you can download it HERE.
If you find the link error, you may contact me personally via email: mr.ari69@gmail.com
(Jika link ini tidak berlaku, silakan hubungi saya via email: mr.ari69@gmail.com)



I hope these four guide ebooks for writing a thesis will be helpful for all of us. Amien.

Jangan Terjebak dengan Judul Skripsi

Jangan Terjebak dengan Judul Skripsi
 
Written by Ari Julianto


Pada postingan kali ini, saya ingin mengangkat permasalahan yang selalu dihadapi mahasiswa ketika judul yang ditawarkan sudah disetujui. Mengapa jadi masalah? Alih-alih sulitnya mendapat persetujuan judul untuk skripsi, si mahasiswa tersebut malah tidak tahu apa kandungan dari judul yang sudah disetujui tersebut. Betapa tidak, beberapa mahasiswa malah sudah mulai merasa putus asa dengan sekian judul yang ditawarkan kesemuanya ditolak.

Walhasil, mahasiswa mencari-cari judul di berbagai tempat asal jadi saja tanpa menganalisa isi dari judul tersebut. Karena prinsip mereka adalah "Yang Penting Judulku Diterima".

Begitu judul sudah disetujui, munculah dilema 'ketidak-tahuan' dan 'kebingungan' untuk memulai penulisan proposal mereka. Ada beberapa yang sudah berjalan di Chapter I tapi begitu masuk ke Chapter II Review of Literature, muncul permasalah lain seperti bahan literature yang susah didapatkan. Seanainya pun berjalan mulus pada proposal, muncul permasalahan baru yakni kesulitan mendapatkan data, atau data yang diperoleh kurang memadai.

Berdasarkan permasalahan diatas dan pengalaman saya menangani skripsi mahasiswa FKIP Bahasa Inggris dan Sastra Inggris, disini saya mencoba memberikan saran agar Anda tidak terjebak dengan judul skripsi Anda sendiri.

1. Jangan merasa puas terlebih daulu jika Anda sudah mengantongi banyak calon judul skripsi Anda. Beberapa situs atau blog banyak yang menawarkan judul-judul skripsi, tapi Anda jangan tergiur dengan tawaran tersebut. Untuk diketahui, judul-judul tersebut sudah umum atau tidak up to date. Jadi Anda harus mencari judul yang lebih update dan fresh. (Oleh sebab itu di blog saya ini, saya tidak menawarkan daftar judul-judul skripsi. Saya lebih suka menyajikan topik atau permasalahan yang bisa diangkat menjadi judul skripsi).

2. Ketahuilah masing-masing variable yang ada di judul skripsi tersebut. Banyak mahasiswa tanpa disadarinya judul yang sudah disetujui tersebut ternyata terkandung 4 variable yang semestinya 2 variable saja.

3. Langsung Anda membuat online untuk Chapter I, II dan III sebab ini akan mempermudah proses penulisan proposal skripsi Anda.

4. Begeraklah cepat untuk mencari referensi-referensi yang dibutuhkan untuk skripsi Anda.

5. Pikirkan kembali apakah Anda yakin data yang akan diambil bakal memunuhi persyaratan atau data yang tersedia cukup?

6. Tentukan jenis penelitian Anda, kualitatif atau kuantitif? Jika Anda sudah tahu jenis penelitiannya, maka Anda bisa mengikuti prosedur yang lainnya,

7. Alangkah lebih baiknya Anda mendapatkan copy skripsi atau thesis dengan judul yang hampir sama dengan judul skripsi atau thesis Anda sebab ini bisa menjadi perbandingan dan bahkan referensi Anda.

Akhir kata, jangan Anda bergembira terlebih dahulu jika judul skripsi atau thesis Anda sudah disetujui. Pertimbangkanlah baik-baik dan dengan matang kandungan dari judul tersebut.

Menunda-nunda waktu untuk penulisan proposal skripsi Anda justru akan menjebak Anda sendiri. Ingat! waktu yang disediakan kampus sangat terbatas dan waktu itu terus berjalan sementara Anda sibuk dengan kesulitan yang Anda hadapi tanpa solusinya.

Demikianlah pembahasan kita kali ini dan semoga bermanfaat. Amin.